bicarakan hal yang menarik bagi orang lain (buku bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain)
Bicarakan hal yang menarik bagi orang lain.
Maka hal pertama yang saya lakukan begitu saya masuk ke kantornya, adalah minta melihat cek itu. Cek sebesar 1 juta dolar! Saya katakan padanya bahwa saya tidak pernah tahu ada orang yang pernah menulis cek semacam itu, dan bahwa saya ingin menyampaikan pada anak-anak saya bahwa saya benar-benar melihat cek senilai satu juta dolar. Dia dengan senang hati memperlihatkannya kepada saya; saya kagum melihatnya dan memintanya menceritakan kepada saya semuanya, bagaimana sampai terjadi penarikan.
Anda perhatikan, bukan, bahwa Chalif tidak mulai dengan berbicara tentang pramuka, atau jambore di Eropa, atau apa yang diinginkannya. Dia membicarakan hal yang menarik bagi orang lain itu.
Duvernoy selama ini telah berusaha menjual rotinya kepada satu hotel tertentu di new York. Dia telah menelepon managernya setiap hari, selama 4 tahun. Dia hadir dalam acara-acara sosial yang dia tahu si manajer akan hadir. Bahkan dia menyewa kamar hotel itu dan tinggal disana, agar dapat berbisnis dengannya, tapi dia gagal.
Kemudian ujar duvernoy, setelah belajar tentang hubungan manusia, saya memutuskan untuk mengganti taktik saya. Saya mencari tahu apa yang menarik minat orang ini - apa yang bisa menangkap antusiasmenya.
Saya menemukan bahwa dia bergabung dalam 1 kelompok eksekutif hotel yang disebut hotel greeters of america. Dia bukan hanya masuk dalam kelompok itu, antusiasmenya yang menggebu telah menjadikannya presiden organisasi itu dan presiden international greeters.
Maka, ketika saya berjumpa dengannya esok harinya, saya mulai membicarakan tentang the greeters. Ternyata, tanggapan luar biasa yang saya dapat! Dia berbicara dengan saya selama setengah jam tentang greeters, nada suaranya bergetar karena antusiasnya. Saya bisa melihat bahwa perkumpulan ini bukan semata-mata kegemarannya, ini adalah semangat hidupnya. Sebelum saya meninggalkan kantornya, dia sudah 'menjual' pada saya satu keanggotaan dalam organisasinya .
Untuk sementara waktu, saya tidak menyinggung apa pun tentang roti. Tapi beberapa hari kemudian, pelayan hotelnya menelepon agar saya datang dengan membawa contoh roti dan harga.
Pikirkan ini. Saya terus mengejar orang ini, selama 4 tahun-berusaha mendapatkan pesanannya dan saya akan terus mengejarnya dengan cara itu seandainya saya tidak berusaha mencari tahu apa yang menjadi minatnya, dan apa yang paling senang dia bicarakan.
Komentar
Posting Komentar