mengerti keinginan orang lain (buku bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain)

Saya sering memancing di Maine saat musim panas. Secara pribadi saya sangat suka arbei dan krem, tapi saya mendapatkan bahwa untuk beberapa alasan aneh, ikan ternyata lebih suka cacing. Maka tatkala saya pergi memancing, saya tidak memikirkan apa yang saya inginkan. Saya tidak memasang umpan di kail dengan arbei dan krem, tetapi saya menggantungkan seekor cacing atau belalang di depan si ikan dan berkata, kau menginginkan ini bukan? 
Mengapa anda tidak menggunakan akal sehat ini tatkala anda memancing orang lain?

Sebagai contoh: suatu hari Ralph Waldo Emerson dan putranya berusaha menghela seekor anak sapi agar masuk ke kandangnya. Namun mereka membuat kesalahan yang lazim hanya karena memikirkan tentang apa yang mereka inginkan. Emerson mendorong dan putranya menghela. Tapi sapi itu hanya melakukan persis seperti apa yang sedang mereka lakukan: dia hanya memikirkan apa yang dia inginkan; maka dia mengeraskan kakinya dan dengan keras kepala menolak meninggalkan Padang rumput itu. Seorang pembantu bangsa Irlandia melihat kejadian ini. Dia memikirkan tentang apa yang diinginkan si anak sapi, maka dia memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut si anak sapi membiarkan anak sapi itu mengisap jarinya tatkala dia dengan lembut menghelanya masuk kandang.

Ribuan penjual memenuhi jalan-jalan saat ini, mereka lelah putus asa dan dibayar murah. Mengapa? Karena mereka hanya selalu berpikir tentang apa yang mereka inginkan. Mereka tidak menyadari bahwa anda dan saya tidak ingin membeli apapun. Kalau kita ingin, kita akan pergi keluar dan membelinya. Namun kita berdua sudah pasti berminat untuk memecahkan masalah-masalah kita. Dan kalau para penjual itu menunjukkan kepada kita bagaimana pelayanan mereka atau barang mereka akan membantu kita memecahkan persoalan, mereka tidak akan perlu menjual kepada kita. Kita yang akan membeli. Dan para pelanggan akan senang memperoleh rasa bahwa mereka membeli -bukan dijual.

Orang tuanya menggunakan metode yang sudah umum. Mereka marah dan mengomel. "Ibu ingin kamu memakan ini dan itu". "Ayah ingin kamu tumbuh sebagai lelaki besar". Apakah anak itu menaruh perhatian terhadap permintaan-permintaan itu? Sama sekali tidak. Akhirnya ayahnya berkata kepada dirinya. Apa yang diinginkan anak itu? Bagaimana saya bisa mengaitkan apa yang saya inginkan dengan apa yang dia inginkan?.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selalu buat orang lain merasa penting (buku bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain)

Jangan pernah berkata kamu salah (buku bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain)

bicarakan hal yang menarik bagi orang lain (buku bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain)